Pages


Senin, 21 Maret 2011

Sadar Sampah Cermin Ber – PHBS


Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Setipa aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume serta jenis sampah sebanding dengan tingkat konsumsi terhadap barang yang digunakan sehari – hari. Tidak hanya sampah hasil produksi kawasan industri, ternyata sampah rumah tangga kini telah masuk dalam daftar penyebab utama perusak lingkungan dan sumber penurunan kulitas kesehatan masyarakat.
Secara umum sampah padat dapat dibagi 2, yaitu sampah organic ( sampah basah ) dan sampah anorganik ( sampah kering ). Sampah organic terdiri dari bahan – bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam prose salami. Sampah rumah tanga sebagian besar merupakan bahan organic misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah dan daun. Sedangkan sampah alami manusia seperti tinja dan air seni bisa menjadi sampah berbahaya bagi kesehatan bila masuk ke tubuh manusia.
Kedua dampak yang akan ditimbulkan oleh sampah sam berbahayanya. Ditilik dari segi kesehatan sendiri berbagai macam penyakit bisa timbul dan menyebar lewat medium sampah. Sedanghkan kerusakan lingkungan akibat ketidakmampuan alam mendaur ulang sampah dengan baik, maka tida heran jika kini sering terjadi bencana banjir karena terganggunya saluran air hanya akibat sampah. Selain itu rembesan cairan sampah yang masuk kedalam tanah akan masuk kedalam sumur mata air pemukiman warga.
Melihat besarnya dampak yang timbul akibat sampah domestic, perlu adanya langkah pasti merubah pandangan masyarakat tentang sampah. Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Diperlukan juga control social budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan, walaupun kadang harus dihadapkan pada mitos tertentu. Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya alam.
( Dikutip dari Majalah Promkes Dep Kes RI 2007 )

Sabtu, 19 Maret 2011

PUISI TUHAN 9 SENTI

Tuhan Sembilan Senti
(Taufiq Ismail)
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

SEJARAH

Sejarah Puskesmas :
Djas-Merah ( Jangan sekali – kali meninggalkan sejarah ) mengutip perkataan dari Sang Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno. Sejarah bisa menjadi guru yang berharga, bisa menjadi pelajaran yang akan menuntun kita kearah yang lebih baik. Banyak hal yang bisa kita petik sebagai pelajaran yang berharga dari sejarah. Jiwa kepatriotan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan sampai titik darah penghabisan. Semangat ini hendaknya menjadi contoh bagi generasi sekarang
Bermula dari sebuah klinik kesehatan pasar kemudian tumbuh menjadi sebuah Puskesmas. Waktu itu masih terasa kecil jika dibandingkan dengan saat ini, Puskesmas Ngadirejo masih memberikan pelayanan pokok saja. Kepala Puskesmas Ngadirejo pertama kali adalah dr. Tan.
Di tahun 1980-an Puskesmas mengalami perkembangan dari segi pelayanan serta pembangunan gedungnya. Konon di tahun inilah mulai dirintis adanya Rawat Tinggal atau Rawat Inap. Kepala Puskesmas pada waktu itu adalah dr. Artisto yang karena ketrampilan dan ketekunan beliau merubah Puskesmas menjadi semi Rumah Sakit. Faktor lain yang membuat kemajuan Puskesmas Rawat Inap Ngadirejo waktu itu adalah masih sedikit Rumah Sakit yang bisa dijangkau masyarakat. Selain itu juga dikarenakan karena letaknya yang cukup strategis. Alhamdulillah sampai saat ini Puskesmas Rawat Inap Ngadirejo terus mengalami perkembangan. Tentunya pengalaman terdahulu bisa menjadi pelajaran dan evaluasi kearah yang lebih baik.
Berikut Kepala Puskesmas Rawat Inap Ngadirejo :
th.1972 - 1974 dr. Tan
th.1974 - 1976 dr. Darajatun
th.1976 - 1980 dr. Sri Hadiyati
th.1981 - 1985 dr. Artisto
th.1986 - 1990 dr. Amin Juandi
th.1990 – 1991 dr. Ike Ciptaningsih
th.1991 - 2000 dr. Abdul Chaji
th.2000 - 2005 dr. Artiyono
th.2005 - 2007 dr. Muchibin
th.2007 - skrg dr. Wahyo Praptono

KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN

Dari Abi Hurairah ra : saya mendengar Rasul saw bersabda :

“Bagaimana pendapat kalian semua, apabila ada sebuah sungai berada persis di depan pintu salah seorang diantara kalian, ia mandi di sungai tersebut 5 kali sehari, masihkah ada kotoran tersisa pada tubuhnya ?. Semua sahabat kontan menjawab : tentu tidak. Nabi lantas berkomentar : Begitulah perumpamaan kelima shalat (fardu). Dengan kelimanya Allah menghapus dosa-dosa. (HR.Turmudzi, Nasa’i dan Ibnu Majah).

Sungai namanya !.
Bukan kran air yang sesaat bisa dibuka dan ditutup. Bukan pula gudang, terkadang penuh terkadang kosong melompong. Sungai, melimpah ruah airnya, mengalir terus-menerus dalam kejernihan dan kesegaran. Terus menerus memberi, dermawan tiada henti.

Maka sekiranya sungai ini melewati pintu salah seorang diantara kita, dan kita tekun mandi dengan limpahan airnya lima kali sehari, dengan tujuan membersihkan diri, maka kotoran nakal dan najis mana yang mungkin berani iseng menempel di badan kita.
Dalam hadis yang lain Nabi saw bersabda :

“ Kebersihan, adalah bagian dari iman”

Kebersihan adalah penampilan fisik jasmani, sementara iman adalah tertanam dalam hati sebagaimana hadis Rasulullah saw :

“ Iman, adalah keyakinan yang tertanam dalam hati, dan dibuktikan dengan perilaku nyata”.

Sehingga kebersihan adalah perwujudan nyata dari sekian perwujudan iman. Dan kebersihan adalah duta sekaligus juru bicara iman.

Oleh karenanya keabadian menegakkan shalat adalah sebagaimana limpahan air sungai yang mengalir tiada henti. Dengan shalat kita membersihkan diri dari kotoran dosa yang menempel di tangan, di mulut, di hidung, di mata, di pikiran, di telinga, di kaki, di seluruh tubuh dan di hati kita.

Mengapa harus 5 kali ?.
Seseorang yang telah menunaikan shalat subuh misalnya, lantas ia berangkat kerja, mencari dan mengumpulkan keuntungan, sering bergulat dengan segala sesuatu yang menggiurkan dan menggoda tetapi menyesatkan.
Bagaimana keuntungan disebut halal, bila takaran dan timbangan dikurangi.
Bagaimana gaji disebut halal, bila masih ditambah hasil korupsi.
Bagaimana upah disebut halal bila dikerjakan dengan penipuan.

Oleh karenanya agar tidak sampai menjadi golongan orang yang hatinya terdapat raan (flek atau kotoran), ia melaksanakan shalat zhuhur.
Berdiri, rukuk dan sujud di hadapan Allah, menunaikan kewajiban, mengadili diri sendiri, mengingat-ingat dosa, dan memohon ampunan hanya kepada Rabb Al Baari.
Begitu seterusnya dosa siang hari dihapus dengan shalat ‘asar, dosa sore hari dibersihkan dengan shalat maghrib, dan dosa petang hari disucikan dengan shalat ‘isya. Sehingga bila tiba waktu untuk istirahat, tidurlah (matilah) ia dalam keadaan yang bersih dari kotoran yang disebut dosa.
Allahu Akbar, artinya kita merdeka dari penjajahan nafsu, dari kesesatan dunia dan kehidupannya.

Dikutip dari “Generasiku, dengarkan pesan Nabimu” karya DR.Muhammad Ali Quthub.

Kamis, 17 Maret 2011

PENYAKIT ASMA

(Asthma)
By: dr. Jhon
Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas. Penyakit Asma paling banyak ditemukan di negara maju, terutama yang tingkat polusi udaranya tinggi baik dari asap kendaraan maupun debu padang pasir.
• Penyebab Penyakit Asma
Sampai saat ini penyebab penyakit asma belum diketahui secara pasti meski telah banyak penelitian oleh para ahli. Teori atau hypotesis mengenai penyebab seseorang mengidap asma belum disepakati oleh para ahli didunia kesehatan.
Namun demikian yang dapat disimpulkan adalah bahwa pada penderita asma saluran pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas) seperti Perubahan cuaca dan suhu udara ,polusi udara (asap,asap rokok, debu, zat kimia,/insektisida), serbuk sari, , makanan, bulu binatang, tekanan jiwa/gangguan emosi , bau/aroma menyengat (misalnya;parfum) dan kerja fisik atau olahraga yang berlebihan .
Selain itu terjadinya serangan asma sebagai akibat dampak penderita mengalami infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) baik flu ataupun sinisitis. Serangan penyakit asma juga bisa dialami oleh beberapa wanita dimasa siklus menstruasi, hal ini sangat jarang sekali.
Angka peningkatan penderita asma dikaitkan dengan adanya faktor resiko yang mendukung seseorang menderita penyakit asma, misalnya faktor keturunan. Jika seorang ibu atau ayah menderita penyakit asma, maka kemungkinan besar adanya penderita asma dalam anggota keluarga tersebut.
• Tanda dan Gejala Penyakit Asma
Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :
- Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma!
- Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
- Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
- Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
- Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.
Pada usia anak-anak, gejala awal dapat berupa rasa gatal dirongga dada atau leher. Selama serangan asma, rasa kecemasan yang berlebihan dari penderita dapat memperburuk keadaanya. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.
• Cara Menghindari Serangan Asma
Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.
Setelah terjadinya serangan asma, apabila penderita sudah merasa dapat bernafas lega akan tetapi disarankan untuk meneruskan pengobatannya sesuai obat dan dosis yang diberikan oleh dokter.
• Penanganan dan Pengobatan Penyakit Asma
Penyakit Asma (Asthma) sampai saat ini belum dapat diobati secara tuntas, ini artinya serangan asma dapat terjadi dikemudian hari. Penanganan dan pemberian obat-obatan kepada penderita asma adalah sebagai tindakan mengatasi serangan yang timbul yang mana disesuaikan dengan tingkat keparahan dari tanda dan gejala itu sendiri. Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan,syrup atau nebulizer (gas hirup) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.
Obat asma bisa dalam bentuk obat minum kalau masih ringan. Sebaliknya, serangan asma yang berat tidak cukup hanya dengan obat minum, harus diberi obat suntikan. Makin kuat serangan asma, makin perlu suntikan. Makin awal obat diberikan, makin lekas mereda manifestasi serangan asmanya
Bagi penderita asma, disarankan kepada mereka untuk menyediakan/menyimpan obat hirup (salbutamol Inhaler) dimanapun mereka berada yang dapat membantu melonggarkan saluran pernafasan dikala serangan terjadi.



SEMOGA BERMANFAAT
PURING ( PUSKESMAS RAWAT INAP NGADIREJO ) TEMANGGUNG
 
Copyright (c) 2010 PURING (PUSKESMAS RAWAT INAP NGADIREJO) TEMANGGUNG. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.